Thursday, March 01, 2007

CAHAYA ABADIKU

Cerita tentang masalalu tidak akan pernah ada habisnya, selayaknya melihat awan yang akan tetap berarak dilangit esok hari. Demikian juga kurasakan artimu dalam hidupku. Ribuan detik berlalu, menjadi tahun yang menumpuk menjadikan masa kini.

Berada dalam pelukanmu saat hati pecah,
Berada dalam hening saat pedihmu…

Semua itu kita jalani dengan apa adanya, ada saat tidak ada sebentang cerita dalam ratusan detik. Namun, terbayar dengan pertemuan walau hanya dengan beberapa patah kata dan ulasan juga senyuman, diiringi pelukan selamat jalan saat aku harus berlalu kembali ke peraduan sunyi.

Entah sampai kapan asa ini tetap membara dalam hati
Semoga akan tetap menjadi bara api abadi…

Karena kamu adalah satu diatara sekian banyak bintang dilangit yang akan tetap terus bersinar pada saat aku membutuhkan cahayamu, diantara gulitanya malam.
Kaulah cahaya yang berpendar hangatkan jiwa yang mulai melemah…

Tetaplah menjadi cahaya terang bagiku dan bagi semua orang yang berada disekelilingmu…

Bercahayalah terus!


=Selamat Ulang Tahun, Rex!=

Tuesday, February 27, 2007

VIRUS

Jika memang kehadiranku dalam hidupmu
mengganggu bagaikan virus,

Mungkin lebih baik kau lenyapkan aku,
Sebelum akhirnya menebar virus yang mematikan!

Jangan pernah takut untuk melenyapkan virus pengganggu,
Jika memang harus dimatikan.

MATIKANLAH!

Sehingga tidak akan menular pada orang lain

=I'm feeling down=

Thursday, February 15, 2007

Kamu tidak akan pernah menjadi ujung duniaku
karena dunia ini memang tak berujung,
dan tak berakhir...

...Karena adamu...

Monday, February 12, 2007

PASIEN ANEH

Mungkin lebih baik menjadi patung yang tidak bergeming,
Diberakin burung,
Dikencingi orang,
bahkan diludahi.

Karena patung tak berjiwa

Daripada menjadi manusia,
tapi tidak dihargai sama sekali tindakan yang dilakukannya

[MW, 11 Pebruari 2007, 22:23]

Thursday, February 08, 2007

Aku bersuara lirih:
Kau dengar? Suara hujan seperti sedang bercengkrama dengan kita.
Ia seperti sedang merajut kisah tentang alam, menceritakannya pada kita. Pada bumi. Pada gedung. Pada daun-daun yang basah mengkilap.

Dia menjawab dalam helaan napasnya:

Bagiku, hujan hanyalah awan yang bertransformasi menjadi air karena kejenuhannya. Tidak lebih dan tidak kurang.

Aku tersenyum:
Hujan tidak seperti matahari, yang telah mengikat janji dengan semua makhluk. Janji yang membuatnya kesepian.. Hujan datang dan pergi demikian adanya. Tidak ada pengikat. Tidak ada yang mengikat. Seperti angin. Kau tak dapat memanggilnya mengembus jendelamu. Ia bertiup melewati jendelamu karena ia memang ingin melewatinya.

Dia membalas:

Seperti juga... kita?

Aku tersenyum lagi:

Aku mencintaimu. Dan cinta tidak pernah mengikat... Kau tak pernah terikat, dan tak pernah mengikat.
Kau bebas pergi ke mana pun kau mau.
Tapi..
Aku akan tetap di tempat semula.

Dia terdiam dan merebahkan dirinya ke lenganku...

Poem by Esdoubleu,
======
Thanks E for contributing :)
Seandainya saja kau tau, betapa aku mencintaimu...
mungkin kau akan...

Seandainya saja kau tau, betapa menyakitkan mendengarkan perkataanmu...
mungkin kau akan...

Seandainya saja kau tau...
Mungkin aku bergetar hingga hilang menjadi debu.

[MW, 8 Pebruari 2007, 17:03, =Mom=]

Monday, January 15, 2007

TAK TERJAWAB

Aku menulis:
Debu-debu beterbangan dengan ceria, melayang tanpa menyadari akan mengotori udara yang sudah sangat sumpek ini.
Aku duduk terdiam melihat para debu bercengkrama mesra diawang-awang

Jawabnya:

Harapan, keinginan dan kenyataan menjadi tak berujung dikala semua ingin diraih sekaligus.
Aku hanya bisa melakukan & bersabar atas semua 'proses' itu

Aku membalas:
Bersabar adalah salah satu meditasi diri terindah yang pernah dilakukan oleh anak manusia.
Selama proses itu dilakukan dalam penuh kesadaran.
Tapi kenyataan adalah kenyataan, tak ada yang dapat mengubah kenyataan, kecuali harapan yang ada dalam hati dapat terpenuhi...

Dia membalas:
Tapi ingat..
Kesadaran lahir dari dalam jiwa. Dia tak dapat dipaksakan atau dia akan terus terbelenggu dengan setiap fenomena yang muncul!
Akhirnya..hanya kehampaan!

Balasku:
Saat anak manusia melakukan tindakan atas dasar kesadaran jiwa,
maka tidak akan ada namanya kehampaan dalam keterpaksaan.
Namun, hanya tinggal mengikuti kemana kesadaran jiwa bertiup & melangkah selayaknya angin...

Dia terdiam hanya terdiam tidak menjawab apapun...

[JHCC, 12 Januari 2006, 18:34]

Friday, January 12, 2007

Aku kembali pada kesepian yang melelahkan jiwa,
Entah sampai kapan para debu bercengkrama mesra dihadapan sosok mungil ini,
Kembali aku terdiam & berpikir...

Apa yang harus dipikir?

Kepala ini sudah PENAT!

Friday, December 15, 2006

sejuta meteor berjatuhan tadi pagi
selaksa bintang yang biasa berkilau tadi malam
...menghilang...
perasaan hangat yang biasanya hadir setiap malam
telah membeku selayaknya musim dingin

Apakah dunia akan kiamat?
Kenapa cuaca berubah drastis?
Apakah yang sedang terjadi saat ini?

Sepertinya dunia khayalku yang sedang porak poranda
percuma mencari apa yang sedang terjadi
karna semua tidak tersisa lagi...

Duniaku telah KIAMAT

[MW, Hari kedua di bulan Mei duaribuenam, 15.04]
Sajak-sajakmu, dari hulu hingga hilir, mengalir tertib dan tenang, bahkan kadang rhe melihat sajak-sajakmu seperti pertapa yang tahan godaan. Sajak-sajakmu memang bersahaja, santun, tidak suka membuat orang kaget atau merinding. Barangkali itulah puitika yang telah kaupilih sebagai gaya pribadimu. Tak ada keliaran. Tak ada kesan mbeling dan urakan. Tak ada hasrat untuk main-main. Sajak-sajakmu seperti si bijak yang sedang membawakan renungan atau piwulang, bukan si nakal yang suka bikin sensasi. Sajak-sajakmu tidak bernafsu untuk mempertunjukkan permainan sirkus dan silat kata. Bagi rhe ini menarik dalam sajak-sajakmu rhe melihat kontradiksi antara gejolak jiwa dan kesantunan kata-kata.

Rhe

Wednesday, December 06, 2006

Ditengah kesendirian dan merenung tentang segala hal yang telah terjadi dalam hidup. Terutama tentang suatu hal yang bernama dosa. Entah sudah berapa banyak noda ternoktah dalam jiwa ini.

mungkin saat ini aku tidak sendirian, karena rintik hujan baru saja datang menemani sendiriku.

Suara musisi Bono terdengar berbisik ditelinga dan tak lama diikuti oleh Andrea Bocelli yang mengalun begitu menenangkan jiwa yang kering.

apakah juga berdosa jika ingin merasakan hangatnya pelukan saat ini?

[MW, 2 Desember 2006, 00:07 =Kedinginan=]

MY FUTURE

It's all because of the past,  we are where we are, right now.  Yet, I am just thrilled to have your back,  and face the future ...