Saturday, September 27, 2003

Gemuruh ombak mengalahkan teriakanku tentang rasa yang terbelenggu dalam dada...relung hati yang terdalam tidak dapat menjelaskan rasa yang kuhadapi saat ini, detik ini, pada saat kau ada dalam benakku...setiap titik sadar dalam otak pun terbelenggu oleh hati yang bergolak karenamu...

Setia, adakah kau mengerti apa yang kurasakan tentangmu? Mungkin aku bukan yang terbaik saat ini dapat berjalan seiring disampingmu...namun aku berusaha menjadi yang terbaik didalam hatimu...dengan segala perhatian dan rasa yang terus bergulir setiap ribuan detik berlalu, bagaikan matahari yang tak lelah bersinar di pagi hari...

Embun pagi hari yang bersinar tertimpa matahari pun, ikut mencerahkan hari dan menenangkan hati yang lelah karena menunggumu....akankah kau tetap berada disisi selamanya? Bagaikan ribuan bintang yang setia menemani bulan kala malam datang?


MenCINTAimu,
-SetiaKU-

[MW, Sabtu, 27 September 2003, 19.33]

Tuesday, September 16, 2003

Hati yang telah letih kini tertusuk bagaikan ribuan sembilu...seharusnya sudah penuh dengan berbagai macam rupa goresan dan luka...seharusnya pun telah pecah dan mati...karna hatiku sudah berteriak karna tidak mampu menahan sembilu terakhir....

Namun, aku berkata pada hatiku untuk bertahan demi hidupku yang mungkin masih bisa sampai esok hari...jika aku hidup tanpa hati maka aku tak akan dapat lagi mencintai, dan hidupku selanjutnya akan terasa hampa dan hambar...

Hatiku kini sedikit lebih tenang sepertinya, dan sembilu terakhir pun diterimanya dengan lapang dada...sedangkan aku terus menerus menenangkan jiwa yang mulai kosong dengan AVE MARIA...malam² gelap tanpa bintang kini kupenuhi dengan litani syukur, seakan alam pun mengerti dan ikut menangis bersama dengan menurunkan hujan ditengah malam, menemani ku panjatkan doa...

Secercah harapan dan bantuan dari yang ilahi, semoga damaikan hatiku dan mengabulkan doaku akan dirinya yang penuh dengan amarah dan dengki...

Dengan Hati,
-SetiaKu-

[MW, Selasa, 16 September 2003]

Monday, September 01, 2003

seminggu terasa seperti neraka di bumi
menanti kabar dari mu seorang
sempat terlintas bahwa...
kau tak kan kembali...

aku tak butuh rayuan maut mu
karna aku tlah terbiasa kecewa
jangan pernah mengucap janji
didepanku...
jika kau tak dapat memenuhinya...
jika kau kembali untuk pergi...
lebih baik tidak usah ada kabar
sama sekali...

bagaikan pasir larut bersama ombak
begitu pun perasaan ku akan hilang
perlahan...
Diantara batas ruang dan waktu
Bagiku mungkin hanya bayangan
Keberadaanmu tak tergapai

Terlalu picik engkau mengartikan
Kasih yang terpancar...
Jika engkau ingin pergi padanya...
Kenapa harus sembunyi?
ketika asa sudah punah...
masih bisa kah hamba berharap...
Berharap mendapat sapaan,
Jika sayang tak berharap...
Berharap mendapat sepotong senyum,
Jika belaian terlampau...
Masih bisakah hamba berharap?
Jika memang malam ditemani bulan...
Maka akankah hari menjelang,
Tanpa sayangmu....
=====
*Astaga!! kangen banget gue... :(

MY FUTURE

It's all because of the past,  we are where we are, right now.  Yet, I am just thrilled to have your back,  and face the future ...