Sunday, October 27, 2013

POISON FOR THE HEART

Kau adalah racun yang pelanpelan menggerogoti hati yang rapuh. Hati yang pasrah dan meranggas karena perhatianmu. Hati yang menggebu diawal pertemuan menyambut dahaga selayaknya musafir di padang tandus.

Setiap kecupan bercampur racun cinta, kau berikan setiap detik waktu berlalu. Aku merasakan keanehan pada hatiku, namun tidak pernah menyangka jika hal tersebut adalah racun. Kau berikan adiksi tak terbantahkan pada akal dan hatiku.

Kau berikan rasa gamang, saat kau tak disisi. Kau biarkan debar hangat mengalir hampa. Kau lepaskan pegangan eratmu, tanpa menoleh lagi. 

Apa yang harus kulakukan saat ini, tanpamu?

Hanya matahari yang memberikan hangatnya agar aku tetap mampu hadapi hari. Begitu pun dengan temaran bulan, temani malam yang gerah. Sepertinya, angin pun berlalu pergi mengikuti dirimu.

Baru saja kusadari sentuhanmu membuatku rapuh. Disaat kukira aku mampu menjalani hari tanpamu. Ternyata tidak semudah yang terbayang

Pergilah. Tinggalkan aku, sekarang

Dimanapun dirimu sekarang, aku berharap kau berbahagia dengan pilihanmu untuk pergi. 

Semoga tidak pernah ada kekecewaan tercipta saat kita bersama.

MY FUTURE

It's all because of the past,  we are where we are, right now.  Yet, I am just thrilled to have your back,  and face the future ...