Wednesday, October 15, 2003

Entah buat sapa lagi surat cinta tertuju. Sekarang hanya bisa digulung dan dimasukin dalam botol, biar suatu saat ketika kau kembali disisi, kutumpahkan semuanya bagimu...

Jalanan basah sehabis hujan takkan mampu redakan gelisah dalam hati yang gundah. Doa dan harapan terjalin dalam hari-hari dan malam tak berawan. Semoga maaf tersampaikan...

Bulan suci telah menjelang, jangan lagi kau jalani dengan penuh kebencian padaku, salah yang kuperbuat telah kuakui...dapatkah kau mendapatkan sepotong kata darimu atau kabar darimu bagiku? Tanda kau memaafkan?


MenCINTAimu,
-SetiaKu-

[MW, Rabu, 15 Oktober 2003, 12.57]

Sunday, October 12, 2003

Biarkan angin sampaikan salamku padanya, bahwa aku akan selalu mencintaimu, sampai kapan pun. Jangan kau bilang benci padaku atas kesalahan yang telah kulakukan, mungkin kau tak suka. Aku mengerti, namun...tak adakah maaf darimu bagiku?

Aku hanya sesosok tubuh terdiri dari daging, tulang dan darah. Aku melakukan kesalahan, tetapi adakah kesalahan yang tak termaafkan? Sedangkan yang kuinginkan di dunia ini hanya kau bisa bahagia??

Akan kulakukan apapun untuk mendapatkan maaf darimu, airmata telah kering sekarang, namun dapat kembali mengalir jika teringat akan dirimu saat ini. Jiwaku merintih akan hadirmu, walau kau telah menyakitiku dengan cambuk dan menabur bilur lukaku dengan garam, aku masih tetap berada disisimu. Kenapa? Karena aku menCINTAimu tanpa pamrih.


Selamanya CINTA,
-SetiaMu-

[MW, Minggu, 12 Oktober 2003, 17.46]

Saturday, September 27, 2003

Gemuruh ombak mengalahkan teriakanku tentang rasa yang terbelenggu dalam dada...relung hati yang terdalam tidak dapat menjelaskan rasa yang kuhadapi saat ini, detik ini, pada saat kau ada dalam benakku...setiap titik sadar dalam otak pun terbelenggu oleh hati yang bergolak karenamu...

Setia, adakah kau mengerti apa yang kurasakan tentangmu? Mungkin aku bukan yang terbaik saat ini dapat berjalan seiring disampingmu...namun aku berusaha menjadi yang terbaik didalam hatimu...dengan segala perhatian dan rasa yang terus bergulir setiap ribuan detik berlalu, bagaikan matahari yang tak lelah bersinar di pagi hari...

Embun pagi hari yang bersinar tertimpa matahari pun, ikut mencerahkan hari dan menenangkan hati yang lelah karena menunggumu....akankah kau tetap berada disisi selamanya? Bagaikan ribuan bintang yang setia menemani bulan kala malam datang?


MenCINTAimu,
-SetiaKU-

[MW, Sabtu, 27 September 2003, 19.33]

Tuesday, September 16, 2003

Hati yang telah letih kini tertusuk bagaikan ribuan sembilu...seharusnya sudah penuh dengan berbagai macam rupa goresan dan luka...seharusnya pun telah pecah dan mati...karna hatiku sudah berteriak karna tidak mampu menahan sembilu terakhir....

Namun, aku berkata pada hatiku untuk bertahan demi hidupku yang mungkin masih bisa sampai esok hari...jika aku hidup tanpa hati maka aku tak akan dapat lagi mencintai, dan hidupku selanjutnya akan terasa hampa dan hambar...

Hatiku kini sedikit lebih tenang sepertinya, dan sembilu terakhir pun diterimanya dengan lapang dada...sedangkan aku terus menerus menenangkan jiwa yang mulai kosong dengan AVE MARIA...malam² gelap tanpa bintang kini kupenuhi dengan litani syukur, seakan alam pun mengerti dan ikut menangis bersama dengan menurunkan hujan ditengah malam, menemani ku panjatkan doa...

Secercah harapan dan bantuan dari yang ilahi, semoga damaikan hatiku dan mengabulkan doaku akan dirinya yang penuh dengan amarah dan dengki...

Dengan Hati,
-SetiaKu-

[MW, Selasa, 16 September 2003]

Monday, September 01, 2003

seminggu terasa seperti neraka di bumi
menanti kabar dari mu seorang
sempat terlintas bahwa...
kau tak kan kembali...

aku tak butuh rayuan maut mu
karna aku tlah terbiasa kecewa
jangan pernah mengucap janji
didepanku...
jika kau tak dapat memenuhinya...
jika kau kembali untuk pergi...
lebih baik tidak usah ada kabar
sama sekali...

bagaikan pasir larut bersama ombak
begitu pun perasaan ku akan hilang
perlahan...
Diantara batas ruang dan waktu
Bagiku mungkin hanya bayangan
Keberadaanmu tak tergapai

Terlalu picik engkau mengartikan
Kasih yang terpancar...
Jika engkau ingin pergi padanya...
Kenapa harus sembunyi?
ketika asa sudah punah...
masih bisa kah hamba berharap...
Berharap mendapat sapaan,
Jika sayang tak berharap...
Berharap mendapat sepotong senyum,
Jika belaian terlampau...
Masih bisakah hamba berharap?
Jika memang malam ditemani bulan...
Maka akankah hari menjelang,
Tanpa sayangmu....
=====
*Astaga!! kangen banget gue... :(

Saturday, August 30, 2003

Entah kenapa, kamu pasti selalu menjadi inspirasi bagiku untuk menulis...walaupun rasanya badan ini lemah dan panas dalam mengganggu. Ketika otak pun membeku dan tidak dapat diajak bekerja sama, namun tetap saja...jari-jariku tetap bekerja dengan baik...ketika membayangkan dirimu...

Suara yang membius menemani malam-malam kelabu dan dinding-dinding dingin dalam kamar. Kasur kapuk yang membuat sakit pinggang pun terasa bagaikan awan ketika mendengar suaramu yang membius sanubariku....sadarkah kau akan arti suaramu?

Akh...betapa aku merindukanmu sekarang...dimanakah kamu wahai kekasih? Akan kah waktu berlalu dan mempertemukan kita kembali dengan waktu yang akan berhenti berputar ketika kita bertemu? Akan kuceritakan pada dunia bahwa AKU MENYAYANGIMU!!


Penuh Cinta Kasih,
-Setia-

[MW, Sabtu, 30 Agustus 2003, 12.20]

Thursday, August 28, 2003

Diluar sana cuaca begitu cerah penuh dengan kehangatan bahkan terik. Sedangkan aku merasa bagaikan musim dingin didalam sini. Entah kenapa...

Ditambah lagi dengan perasaan gundah gulana yang kurasakan menghantuiku beberapa hari belakangan ini, entah apa yang akan terjadi...semoga bukan dia yang akan pergi tinggalkanku sendirian lagi...semoga juga bukan kamu yang akan mengambilnya kembali dari sisiku...aku telah nyaman bersamanya sekarang, memang masih butuh banyak sekali debat kusir didalam lingkaran ini...tapi mengetahui bahwa dia menyayangiku...itu sudah cukup...untuk saat ini...

Saat ini biarkan aku dapat memeluknya walau hanya satu malam, biarkan aku menangis meratapi kecemburuan tanpa alasan karenanya, biarkan aku tertawa bersamanya, biarkan aku bercanda dan bercinta bersamanya...terutama biarkan aku bahagia bersamanya jika hanya untuk sesaat....tapi jangan kau ambil dia dariku karena aku tak sanggup kehilangan lagi...

MenCintaiMu,
=Setia=

[MW, Rabu, 28 Agustus 2003, 15:10]

Tuesday, August 26, 2003

Sayang,

Maaf, jika baru sekarang aku memberi kabar kembali. Penat sedang menghantui harihari dibelakangku dan kesakitan pada tubuh mungilku pun menggantikan bayangan diriku. *sigh entah kenapa pasti seperti ini menjelang saatnya...seandainya tidak perlu ada tandatanda...alangkah enaknya...

Pa kabar, cintaku? Sibukkah dirimu sekarang? Tadi malam sepertinya hujan mengguyur kota yang tidak pernah tidur ini. Tanah basah dan harum tanah terasa menyengat hidung tadi pagi. Selagi aku bermimpi bergelung dalam pelukanmu...kapan akan terjadi? Semoga suatu saat akan menjadi kenyataan...

Berada di tempat baru ini membuatku sedikit lebih nyaman, walaupun jaring labalaba berada disekelilingku menyelubungi ruang gerak dan waktu...tapi aku yakin...bahwa engkau masih disana menemaniku senantiasa...kapanpun juga...karna ikatan yang terbuat dari perasaan tidak mudah putus...


Penuh Rasa,
=Sayang=

[MW, 26 Agustus 2003, 11:55]

Friday, August 22, 2003

Niat yang berasal dari hati adalah
Sesuatu yang tulus
Sesuatu yang murni untuk diungkapkan
Walau tanpa kata
Walau tanpa tindakan
Hanya dengan niat
Karna hanya dengan niat katanya
Dapat memindahkan gunung…
Mungkinkah?
Jika terdapat keraguan…
Mungkin niat itu tidak datang dari hati
Karna niat dari hati tidak akan pernah ragu…
Ragu untuk bertanya
Ragu untuk bicara
Ragu untuk salah
Ragu untuk benar
Ragu untuk berlaku
Ragu untuk bertindak…
Yang ada hanya mengikuti niat
Karna awalnya dimulai dengan niat,
Maka…
Jika tak ada niat,
Lebih baik tidak perlu bertindak, bicara, bertanya,
Bahkan merasa…

22 Agustus 2001
00.30
-inget omongan-

MY FUTURE

It's all because of the past,  we are where we are, right now.  Yet, I am just thrilled to have your back,  and face the future ...