Sunday, April 30, 2006

Saat air mengalir ditemani oleh dedaunan kering yang berjatuhan dari pohon, ia merasa tidak sendirian. Karena pohonpohon senantiasa membiarikan dedaunan selalu hadir menemani kemanapun air akan mengalir.

Namun ketika pohon ditebang dan tidak ada lagi dedaunan yang berjatuhan untuk menemani, maka lama kelamaan jiwa air pun serasa sepi dan lama kelamaan maka air pun mulai mengering.

Dari hulu yang paling sempit kemudian menjalar semakin jauh...

Air hujan datang mencoba memberikan sedikit nafas kehidupan pada air agar kembali menggenang, namun rasanya air tidak ingin hujan yang datang, jadi ia biarkan bumi bersenangsenang bersama hujan.

Air yang hampir mengering hanya berharap dan menunggu bahwa pohon dapat segera tumbuh kembali agar dapat bersendagurau dan menemani air sebelum tiba waktunya air tidak dapat kembali menggenang...

Saturday, March 19, 2005

Wahai angin jika hembusanmu menerpa badannya...
maukah kau beritahukan aku dimana dia?
Wahai udara jika kau terhirup oleh hidungnya...
maukah kau beritahukan aku dimana dirinya?
Wahai bumi jika kau rasakan pijakan kakinya...
maukah kau beritahukan aku dimana dirinya?

Atau jika kalian dapat menemukannya...
maukah menyampaikan pesanku padanya?
Katakan jika CINTA mencarinya

Terimakasih jagatraya...
Aku mencintainya
dengan seluruh aliran darah yang berdesir dalam tubuhku

[MW, March 19, 2005 ~ Dimana kamu? ~]

Wednesday, November 05, 2003

"Jika boleh kukatakan kepadamu, aku mencintaimu. Aku akan mengakuinya dan mengirimkan nafas cintaku, pada semua bunga yang tumbuh. Ketika embun-embun itu jatuh dari gumpalan awan untuk menyiangi tetanaman, aku telah mengirimkan titik-titik cinta dan harapanku tentangmu..."

"Aku ingin hidup bersamamu. Tidak ada sesuatupun yang lain kuinginkan, selain hidup bersamamu. Berdampingan bersamamu. Walau suatu saat nanti aku harus mati, lebur menjadi tanah.....aku tidak akan menyesalinya."

(ANGEL)

Tuesday, November 04, 2003

cinta yang terlampiaskan
bukanlah nista...
bukan pula budak bagi cinta,
engkau mengaku sebagai ksatria,
maka itulah dirimu dimataku...

jangan anggap itu dosa dan nista...
...tapi
anggaplah tarian persembahan suci
bagi cinta kita

Monday, November 03, 2003

Dearest Setia,

Bagiku tidak ada katakata untuk perpisahan, karena yang ada hanyalah sampai ketemu lagi...entah apa lagi yang dapat kukatakan setelah apa yang sudah kita alami bersama...semua itu adalah kenangan yang tak terlupakan...

Aku hanya ingin kau BAHAGIA dengan segala pilihanmu dalam hidup, aku yakin itu adalah yang terbaik. Hadirnya diriku dalam perjalanan hidupmu yang panjang hanyalah sebagai pelajaran dalam hidup penuh cinta dan kasih...dimana aku hanya dapat memberikan sayang dan cinta yang tulus...hanya itu yang dapat kuberikan....

Aku tau tanpa kuberitahu pun kamu dapat merasakan semuanya, karena apa yang kuberikan dan kukatakan adalah apa adanya, jangan bandingkan aku dengan yang lain, karena setiap individu yang bersinggungan dalam hidupmu pasti akan mempunyai arti spesial di hatimu...

Tak kan lelah kuberkata aku mencintaimu...walo kau bilang salah, namun cinta tak pernah salah...aku senang kamu mau membuka lembar yang baru untuk ku ketahui, mungkin suatu saat kamu dapat lebih mempercayai aku...dan kamu tidak lagi takut untuk berbagi...apalagi ketika dulu kau bilang soal rasa percaya dan tidak hidup dalam kebohongan...mau kan kau berbagi bersamaku?


® To the one I love,
=Hening=

[MW, 3 November 2003, 18.53]

Sunday, October 19, 2003

Kembali tergelitik debar dalam hati yang sedang terluka, entah apa lagi kini. Tetapi semuanya sudah dapat sedikit lebih terkuak, bagaikan melihat burung belajar terbang.

Aku sudah dapat melihatnya mulai belajar mengepakkan sayapnya, walau belum berani meninggalkan tempat ia berada. Namun, melihat ini pun sudah benar-benar membuat hatiku merasa lebih tenang dan damai.

Sehingga, tapa brata yang kulakukan demi untuknya tidak sia-sia. Apapun telah kulakukan demi rasa sayangku untuknya, sehingga ketika seluruh dunia mencemooh pun kuabaikan. Kini, aku hanya menunggu. Sampai nanti dia akan benar-benar terbang, dan melintasi jagad raya ini....

Selalu cinta,
-Hening-

[MW, Minggu, 19 Oktober 2003, 14.53]

Wednesday, October 15, 2003

Entah buat sapa lagi surat cinta tertuju. Sekarang hanya bisa digulung dan dimasukin dalam botol, biar suatu saat ketika kau kembali disisi, kutumpahkan semuanya bagimu...

Jalanan basah sehabis hujan takkan mampu redakan gelisah dalam hati yang gundah. Doa dan harapan terjalin dalam hari-hari dan malam tak berawan. Semoga maaf tersampaikan...

Bulan suci telah menjelang, jangan lagi kau jalani dengan penuh kebencian padaku, salah yang kuperbuat telah kuakui...dapatkah kau mendapatkan sepotong kata darimu atau kabar darimu bagiku? Tanda kau memaafkan?


MenCINTAimu,
-SetiaKu-

[MW, Rabu, 15 Oktober 2003, 12.57]

Sunday, October 12, 2003

Biarkan angin sampaikan salamku padanya, bahwa aku akan selalu mencintaimu, sampai kapan pun. Jangan kau bilang benci padaku atas kesalahan yang telah kulakukan, mungkin kau tak suka. Aku mengerti, namun...tak adakah maaf darimu bagiku?

Aku hanya sesosok tubuh terdiri dari daging, tulang dan darah. Aku melakukan kesalahan, tetapi adakah kesalahan yang tak termaafkan? Sedangkan yang kuinginkan di dunia ini hanya kau bisa bahagia??

Akan kulakukan apapun untuk mendapatkan maaf darimu, airmata telah kering sekarang, namun dapat kembali mengalir jika teringat akan dirimu saat ini. Jiwaku merintih akan hadirmu, walau kau telah menyakitiku dengan cambuk dan menabur bilur lukaku dengan garam, aku masih tetap berada disisimu. Kenapa? Karena aku menCINTAimu tanpa pamrih.


Selamanya CINTA,
-SetiaMu-

[MW, Minggu, 12 Oktober 2003, 17.46]

Saturday, September 27, 2003

Gemuruh ombak mengalahkan teriakanku tentang rasa yang terbelenggu dalam dada...relung hati yang terdalam tidak dapat menjelaskan rasa yang kuhadapi saat ini, detik ini, pada saat kau ada dalam benakku...setiap titik sadar dalam otak pun terbelenggu oleh hati yang bergolak karenamu...

Setia, adakah kau mengerti apa yang kurasakan tentangmu? Mungkin aku bukan yang terbaik saat ini dapat berjalan seiring disampingmu...namun aku berusaha menjadi yang terbaik didalam hatimu...dengan segala perhatian dan rasa yang terus bergulir setiap ribuan detik berlalu, bagaikan matahari yang tak lelah bersinar di pagi hari...

Embun pagi hari yang bersinar tertimpa matahari pun, ikut mencerahkan hari dan menenangkan hati yang lelah karena menunggumu....akankah kau tetap berada disisi selamanya? Bagaikan ribuan bintang yang setia menemani bulan kala malam datang?


MenCINTAimu,
-SetiaKU-

[MW, Sabtu, 27 September 2003, 19.33]

Tuesday, September 16, 2003

Hati yang telah letih kini tertusuk bagaikan ribuan sembilu...seharusnya sudah penuh dengan berbagai macam rupa goresan dan luka...seharusnya pun telah pecah dan mati...karna hatiku sudah berteriak karna tidak mampu menahan sembilu terakhir....

Namun, aku berkata pada hatiku untuk bertahan demi hidupku yang mungkin masih bisa sampai esok hari...jika aku hidup tanpa hati maka aku tak akan dapat lagi mencintai, dan hidupku selanjutnya akan terasa hampa dan hambar...

Hatiku kini sedikit lebih tenang sepertinya, dan sembilu terakhir pun diterimanya dengan lapang dada...sedangkan aku terus menerus menenangkan jiwa yang mulai kosong dengan AVE MARIA...malam² gelap tanpa bintang kini kupenuhi dengan litani syukur, seakan alam pun mengerti dan ikut menangis bersama dengan menurunkan hujan ditengah malam, menemani ku panjatkan doa...

Secercah harapan dan bantuan dari yang ilahi, semoga damaikan hatiku dan mengabulkan doaku akan dirinya yang penuh dengan amarah dan dengki...

Dengan Hati,
-SetiaKu-

[MW, Selasa, 16 September 2003]

Monday, September 01, 2003

seminggu terasa seperti neraka di bumi
menanti kabar dari mu seorang
sempat terlintas bahwa...
kau tak kan kembali...

aku tak butuh rayuan maut mu
karna aku tlah terbiasa kecewa
jangan pernah mengucap janji
didepanku...
jika kau tak dapat memenuhinya...
jika kau kembali untuk pergi...
lebih baik tidak usah ada kabar
sama sekali...

bagaikan pasir larut bersama ombak
begitu pun perasaan ku akan hilang
perlahan...

MY FUTURE

It's all because of the past,  we are where we are, right now.  Yet, I am just thrilled to have your back,  and face the future ...