Monday, April 02, 2007

Pada saat ini....
Aku hanya merasa bahwa bagian dari diriku,
serasa menghilang secara perlahan seperti uap...

Tuesday, March 20, 2007

MY DEEPEST SIN

jika cinta adalah dirimu
bukan kah itu terlalu indah untukku?
jika cinta adalah pandangan matamu
sungguh sakit tertusuk olehnya
jika cinta adalah suaramu
ku tuli karena nya
dan jika cinta adalah belaian mu
ku tlah terbakar olehnya

maaf jika cinta adalah dirimu
maka ku tak pernah sanggup milikimu

Aku
Aku..
Terlalu takut
Mencintai mu is my deepest sin

Poem by Silent_sight aka Ayi
Edited by MW

LELAH

katamu KEJUJURAN dan KEPERCAYAAN adalah pondasi
dan aku PERCAYA

katamu SAYANG dan CINTA
dan aku PERCAYA

tapi mengapa engkau menghancurkannya?

Sudah hancurkah?

Atau akan berdiri kembali pondasi itu?
Tanyakanlah pada diri sendiri…

…Jangan padaku
Karena aku sudah lelah

Monday, March 05, 2007

BAYANG ASA

Di sini aku dan kamu
Saling tatap dalam diam tanpa jemu
Berusaha mencari tahu
Potongan kisah hidup yang dihempaskan waktu

Menatap lurus ke dalam matamu
Kutemukan keluh dan air mata pilu
Tak pernah kutahu hatimu memendam luka
Yang pedihnya menoreh kebesaran jiwa

Tangguhmu, candamu, pesonamu seakan sirna
Tersaput lelah yang membuatmu gundah
Kata seorang bunda, tindakmu tiada guna
Restupun hilang berganti murka

Sahabat, ku tahu hatimu begitu terkoyak
Oleh rindu belai bunda yang begitu memuncak
Namun, pengalaman hidupku tak banyak
'Tuk lahirkan berjuta nasihat bijak

Aku hanya bisa membawa hati dan telinga
Kubentangkan mereka seluas ku bisa
Dengarkan suara jiwa penuh luka
Dan berharap dengan itu ku dapat membawa sebuah asa


(For Mei and her patience in life that inspire me a lot)


By Chika
28 Feb 2007, 05:58AM


====
Makasih banged buat tulisannya! Menyentuh hati gue banged,
sialan loe, chik! Bikin gue nangis pagi-pagi di kantor!
Loe tau ajah gimana bikin gue terharu...RESE!

Thursday, March 01, 2007

CAHAYA ABADIKU

Cerita tentang masalalu tidak akan pernah ada habisnya, selayaknya melihat awan yang akan tetap berarak dilangit esok hari. Demikian juga kurasakan artimu dalam hidupku. Ribuan detik berlalu, menjadi tahun yang menumpuk menjadikan masa kini.

Berada dalam pelukanmu saat hati pecah,
Berada dalam hening saat pedihmu…

Semua itu kita jalani dengan apa adanya, ada saat tidak ada sebentang cerita dalam ratusan detik. Namun, terbayar dengan pertemuan walau hanya dengan beberapa patah kata dan ulasan juga senyuman, diiringi pelukan selamat jalan saat aku harus berlalu kembali ke peraduan sunyi.

Entah sampai kapan asa ini tetap membara dalam hati
Semoga akan tetap menjadi bara api abadi…

Karena kamu adalah satu diatara sekian banyak bintang dilangit yang akan tetap terus bersinar pada saat aku membutuhkan cahayamu, diantara gulitanya malam.
Kaulah cahaya yang berpendar hangatkan jiwa yang mulai melemah…

Tetaplah menjadi cahaya terang bagiku dan bagi semua orang yang berada disekelilingmu…

Bercahayalah terus!


=Selamat Ulang Tahun, Rex!=

Tuesday, February 27, 2007

VIRUS

Jika memang kehadiranku dalam hidupmu
mengganggu bagaikan virus,

Mungkin lebih baik kau lenyapkan aku,
Sebelum akhirnya menebar virus yang mematikan!

Jangan pernah takut untuk melenyapkan virus pengganggu,
Jika memang harus dimatikan.

MATIKANLAH!

Sehingga tidak akan menular pada orang lain

=I'm feeling down=

Thursday, February 15, 2007

Kamu tidak akan pernah menjadi ujung duniaku
karena dunia ini memang tak berujung,
dan tak berakhir...

...Karena adamu...

Monday, February 12, 2007

PASIEN ANEH

Mungkin lebih baik menjadi patung yang tidak bergeming,
Diberakin burung,
Dikencingi orang,
bahkan diludahi.

Karena patung tak berjiwa

Daripada menjadi manusia,
tapi tidak dihargai sama sekali tindakan yang dilakukannya

[MW, 11 Pebruari 2007, 22:23]

Thursday, February 08, 2007

Aku bersuara lirih:
Kau dengar? Suara hujan seperti sedang bercengkrama dengan kita.
Ia seperti sedang merajut kisah tentang alam, menceritakannya pada kita. Pada bumi. Pada gedung. Pada daun-daun yang basah mengkilap.

Dia menjawab dalam helaan napasnya:

Bagiku, hujan hanyalah awan yang bertransformasi menjadi air karena kejenuhannya. Tidak lebih dan tidak kurang.

Aku tersenyum:
Hujan tidak seperti matahari, yang telah mengikat janji dengan semua makhluk. Janji yang membuatnya kesepian.. Hujan datang dan pergi demikian adanya. Tidak ada pengikat. Tidak ada yang mengikat. Seperti angin. Kau tak dapat memanggilnya mengembus jendelamu. Ia bertiup melewati jendelamu karena ia memang ingin melewatinya.

Dia membalas:

Seperti juga... kita?

Aku tersenyum lagi:

Aku mencintaimu. Dan cinta tidak pernah mengikat... Kau tak pernah terikat, dan tak pernah mengikat.
Kau bebas pergi ke mana pun kau mau.
Tapi..
Aku akan tetap di tempat semula.

Dia terdiam dan merebahkan dirinya ke lenganku...

Poem by Esdoubleu,
======
Thanks E for contributing :)
Seandainya saja kau tau, betapa aku mencintaimu...
mungkin kau akan...

Seandainya saja kau tau, betapa menyakitkan mendengarkan perkataanmu...
mungkin kau akan...

Seandainya saja kau tau...
Mungkin aku bergetar hingga hilang menjadi debu.

[MW, 8 Pebruari 2007, 17:03, =Mom=]

Monday, January 15, 2007

TAK TERJAWAB

Aku menulis:
Debu-debu beterbangan dengan ceria, melayang tanpa menyadari akan mengotori udara yang sudah sangat sumpek ini.
Aku duduk terdiam melihat para debu bercengkrama mesra diawang-awang

Jawabnya:

Harapan, keinginan dan kenyataan menjadi tak berujung dikala semua ingin diraih sekaligus.
Aku hanya bisa melakukan & bersabar atas semua 'proses' itu

Aku membalas:
Bersabar adalah salah satu meditasi diri terindah yang pernah dilakukan oleh anak manusia.
Selama proses itu dilakukan dalam penuh kesadaran.
Tapi kenyataan adalah kenyataan, tak ada yang dapat mengubah kenyataan, kecuali harapan yang ada dalam hati dapat terpenuhi...

Dia membalas:
Tapi ingat..
Kesadaran lahir dari dalam jiwa. Dia tak dapat dipaksakan atau dia akan terus terbelenggu dengan setiap fenomena yang muncul!
Akhirnya..hanya kehampaan!

Balasku:
Saat anak manusia melakukan tindakan atas dasar kesadaran jiwa,
maka tidak akan ada namanya kehampaan dalam keterpaksaan.
Namun, hanya tinggal mengikuti kemana kesadaran jiwa bertiup & melangkah selayaknya angin...

Dia terdiam hanya terdiam tidak menjawab apapun...

[JHCC, 12 Januari 2006, 18:34]

MY FUTURE

It's all because of the past,  we are where we are, right now.  Yet, I am just thrilled to have your back,  and face the future ...