Tuesday, September 16, 2003

Hati yang telah letih kini tertusuk bagaikan ribuan sembilu...seharusnya sudah penuh dengan berbagai macam rupa goresan dan luka...seharusnya pun telah pecah dan mati...karna hatiku sudah berteriak karna tidak mampu menahan sembilu terakhir....

Namun, aku berkata pada hatiku untuk bertahan demi hidupku yang mungkin masih bisa sampai esok hari...jika aku hidup tanpa hati maka aku tak akan dapat lagi mencintai, dan hidupku selanjutnya akan terasa hampa dan hambar...

Hatiku kini sedikit lebih tenang sepertinya, dan sembilu terakhir pun diterimanya dengan lapang dada...sedangkan aku terus menerus menenangkan jiwa yang mulai kosong dengan AVE MARIA...malam² gelap tanpa bintang kini kupenuhi dengan litani syukur, seakan alam pun mengerti dan ikut menangis bersama dengan menurunkan hujan ditengah malam, menemani ku panjatkan doa...

Secercah harapan dan bantuan dari yang ilahi, semoga damaikan hatiku dan mengabulkan doaku akan dirinya yang penuh dengan amarah dan dengki...

Dengan Hati,
-SetiaKu-

[MW, Selasa, 16 September 2003]

Monday, September 01, 2003

seminggu terasa seperti neraka di bumi
menanti kabar dari mu seorang
sempat terlintas bahwa...
kau tak kan kembali...

aku tak butuh rayuan maut mu
karna aku tlah terbiasa kecewa
jangan pernah mengucap janji
didepanku...
jika kau tak dapat memenuhinya...
jika kau kembali untuk pergi...
lebih baik tidak usah ada kabar
sama sekali...

bagaikan pasir larut bersama ombak
begitu pun perasaan ku akan hilang
perlahan...
Diantara batas ruang dan waktu
Bagiku mungkin hanya bayangan
Keberadaanmu tak tergapai

Terlalu picik engkau mengartikan
Kasih yang terpancar...
Jika engkau ingin pergi padanya...
Kenapa harus sembunyi?
ketika asa sudah punah...
masih bisa kah hamba berharap...
Berharap mendapat sapaan,
Jika sayang tak berharap...
Berharap mendapat sepotong senyum,
Jika belaian terlampau...
Masih bisakah hamba berharap?
Jika memang malam ditemani bulan...
Maka akankah hari menjelang,
Tanpa sayangmu....
=====
*Astaga!! kangen banget gue... :(

Saturday, August 30, 2003

Entah kenapa, kamu pasti selalu menjadi inspirasi bagiku untuk menulis...walaupun rasanya badan ini lemah dan panas dalam mengganggu. Ketika otak pun membeku dan tidak dapat diajak bekerja sama, namun tetap saja...jari-jariku tetap bekerja dengan baik...ketika membayangkan dirimu...

Suara yang membius menemani malam-malam kelabu dan dinding-dinding dingin dalam kamar. Kasur kapuk yang membuat sakit pinggang pun terasa bagaikan awan ketika mendengar suaramu yang membius sanubariku....sadarkah kau akan arti suaramu?

Akh...betapa aku merindukanmu sekarang...dimanakah kamu wahai kekasih? Akan kah waktu berlalu dan mempertemukan kita kembali dengan waktu yang akan berhenti berputar ketika kita bertemu? Akan kuceritakan pada dunia bahwa AKU MENYAYANGIMU!!


Penuh Cinta Kasih,
-Setia-

[MW, Sabtu, 30 Agustus 2003, 12.20]

Thursday, August 28, 2003

Diluar sana cuaca begitu cerah penuh dengan kehangatan bahkan terik. Sedangkan aku merasa bagaikan musim dingin didalam sini. Entah kenapa...

Ditambah lagi dengan perasaan gundah gulana yang kurasakan menghantuiku beberapa hari belakangan ini, entah apa yang akan terjadi...semoga bukan dia yang akan pergi tinggalkanku sendirian lagi...semoga juga bukan kamu yang akan mengambilnya kembali dari sisiku...aku telah nyaman bersamanya sekarang, memang masih butuh banyak sekali debat kusir didalam lingkaran ini...tapi mengetahui bahwa dia menyayangiku...itu sudah cukup...untuk saat ini...

Saat ini biarkan aku dapat memeluknya walau hanya satu malam, biarkan aku menangis meratapi kecemburuan tanpa alasan karenanya, biarkan aku tertawa bersamanya, biarkan aku bercanda dan bercinta bersamanya...terutama biarkan aku bahagia bersamanya jika hanya untuk sesaat....tapi jangan kau ambil dia dariku karena aku tak sanggup kehilangan lagi...

MenCintaiMu,
=Setia=

[MW, Rabu, 28 Agustus 2003, 15:10]

Tuesday, August 26, 2003

Sayang,

Maaf, jika baru sekarang aku memberi kabar kembali. Penat sedang menghantui harihari dibelakangku dan kesakitan pada tubuh mungilku pun menggantikan bayangan diriku. *sigh entah kenapa pasti seperti ini menjelang saatnya...seandainya tidak perlu ada tandatanda...alangkah enaknya...

Pa kabar, cintaku? Sibukkah dirimu sekarang? Tadi malam sepertinya hujan mengguyur kota yang tidak pernah tidur ini. Tanah basah dan harum tanah terasa menyengat hidung tadi pagi. Selagi aku bermimpi bergelung dalam pelukanmu...kapan akan terjadi? Semoga suatu saat akan menjadi kenyataan...

Berada di tempat baru ini membuatku sedikit lebih nyaman, walaupun jaring labalaba berada disekelilingku menyelubungi ruang gerak dan waktu...tapi aku yakin...bahwa engkau masih disana menemaniku senantiasa...kapanpun juga...karna ikatan yang terbuat dari perasaan tidak mudah putus...


Penuh Rasa,
=Sayang=

[MW, 26 Agustus 2003, 11:55]

Friday, August 22, 2003

Niat yang berasal dari hati adalah
Sesuatu yang tulus
Sesuatu yang murni untuk diungkapkan
Walau tanpa kata
Walau tanpa tindakan
Hanya dengan niat
Karna hanya dengan niat katanya
Dapat memindahkan gunung…
Mungkinkah?
Jika terdapat keraguan…
Mungkin niat itu tidak datang dari hati
Karna niat dari hati tidak akan pernah ragu…
Ragu untuk bertanya
Ragu untuk bicara
Ragu untuk salah
Ragu untuk benar
Ragu untuk berlaku
Ragu untuk bertindak…
Yang ada hanya mengikuti niat
Karna awalnya dimulai dengan niat,
Maka…
Jika tak ada niat,
Lebih baik tidak perlu bertindak, bicara, bertanya,
Bahkan merasa…

22 Agustus 2001
00.30
-inget omongan-

Monday, August 18, 2003

Entah bagaimana rasanya jika hari ini tak bersua. Ada kejanggalan rasanya dihati...entah dimana...dijiwa...entah direlung jantung terdalam...ingin kuraih asamu yang hilang tertiup angin surgawi. Dapatkah ku menjangkaunya?

Hari berganti seperti layaknya membalik sebuah halaman dalam buku, tapi tidak dapat diulang dari awal kembali untuk membacanya. Sanggupkah kau berjalan bersama tanpa harus dari awal cerita? Pelukan yang terasa bagaikan awan kini mungkin sudah berubah menjadi duri ditangkai bunga cantik yang senantiasa dikirim kan oleh para pecinta yang sedang mabuk.

Dimanakah kau harus kucari, Setia? Karna jika ku harus menghamba pada Kuasanya...mungkin...aku harus mati lebih dulu tanpa harus mengucapkan pisah darimu...semoga aku dapat lebih memberi cahaya kehangatan dalam hidupmu yang penuh dengan peluh dan debu...


Selalu menCINTAimu...
-Hening-

[MW, 1 hari setelah DIRGAHAYU, 2003]

Saturday, August 16, 2003

Siang sudah menjelang...terik matahari terasa menyengat diatas kepala, desiran angin panas pun menerpa wajah kusut yang lelah. Ingin rasanya memeluk dirimu yang juga lelah tak tertidur karna tugas menumpuk.

Apa yang bisa kulakukan cinta? Maukah engkau bersamaku hari ini? Kabar terbaru sudah kuterima...mengapa kau sembunyikan dariku? *sigh...Kapan akan kau ungkapkan misteri hati tersembunyi dikedalaman sana? Aku tak pernah menuntut apa-apa darimu, dan aku akan tetap bersabar sampai kau sampaikan sendiri salam cintamu untukku...

Enyahlah!! Kau setan pengganggu masa kelam dan kelabu, sudah saatnya kau masuk kembali kedalam kuburmu.

Sayang,
-Hening-

[MW, Menjelang Kemerdekaan, 2003]

Thursday, August 14, 2003

Sayang....siapakah gerangan berusaha menjadi dirimu? Menuliskan balasan surat cintaku untukmu... Apakah kau bercerita tentang dunia dan dimensi serta kota kita? Aku yakin tidak, tapi....entahlah...

Rasanya masih ada dalam detak jantung yang berpacu dengan waktu. Dengan katakata ini kuberitakan padamu apa yang Ia tulis disana....tidak ada misteri bukan?? Aku akan ceritakan dengan cinta jika kita bertemu dalam jajaran bintang jatuh nanti.

Selamat siang cinta...semoga saat ini engkau sedang memikirkan diriku...sempatkanlah dirimu untuk kembali sebentar dan melihat bilikmu, jikalau merpati pos...mengantar sesuatu yang istimewa dariku...


MencintaiMu,
-Sayang-

[MW, Rabu, 14 Agustus 2003, 12.18]

MY FUTURE

It's all because of the past,  we are where we are, right now.  Yet, I am just thrilled to have your back,  and face the future ...