Dalam temaramnya suasana pagi, kembali aku menulis tentang dirimu, seakan merasakan kembali hadirmu disisi. Kamu telah pergi bersama terbitnya bayangan matahari pagi, kembali menuju peraduan damaimu ditengah kota tak bertuan. Sedangkan aku kembali ditinggalkan sendirian dalam sepi, bersama awan2 kelabu dan kabut putih yang perlahan turun pagi ini...
Celoteh mesra kicau burung diatas pohon mangga menemaniku terbangun dari buaian. Mencium harum kembang teh dalam gelas hangat2 kuku, mungkin terasa enak bergulir dalam kerongkongan kering pagi ini...sayang, apakah kau sudah sibuk melihat hiruk pikuk manusia yg berpapasan hari ini?
Seandainya bisa...ingin kembali rasanya bergelung dalam pelukan hangatmu... yang memang hampir tak pernah kurasakan...*sigh...ntahlah ada apa denganmu?? Kebersamaan yang jarang terjadi seharusnya menjadi sesuatu yang indah untuk dibagi dan dirasakan bukan? Tapi...aku tak pernah tau denganmu semua selalu terasa berbeda...yang penting aku cukup tau dengan segala yang kau coba buka dalam dirimu...kau sayang padaku....untuk saat ini sudah cukup...aku menginginkanmu saat ini bagaikan helaan nafas yang tak pernah terputus...
Cinta,
-Hening-
MW, Minggu, 10 Agustus 2003, 10:40
======
huhuhuh...jadi kangen niiyyy....
Sunday, August 10, 2003
Saturday, August 09, 2003
Sayang...entah bagaimana lagi harus kuungkapkan perasaan yang sedang menggelora dalam dadaku kali ini. Mungkin hanya bagi orang2 yang pernah patah hati dan bangkit kembali menghadapi realita, yang akan mengerti apa yang kurasakan saat ini. Selayaknya sang surya hadir setiap pagi membangunkan bumi ini, demikian juga lah kurasakan begitu wajar berada disisimu kembali. Entah sampai kapan...selamanyakah?
Saat kutuliskan surat ini, daundaun dihalaman mulai berguguran, pertanda apakah? Sebentar lagi rasanya hujan pun akan turun, apakah yang sedang kau lakukan diluar sana? Adakah aku dalam benakmu yang berkutat dengan berbagai pola pikiran baru?
Cinta...tubuhku kembali bergetar mengingat kebersamaan kita, aku haus akan hadirmu...dapatkan kita kembali bersama secepat guntur bergemuruh setelah kilat menyapa bumi? Bagaikan tanah terbelah dan kering kerontang kehausan akan hujan, demikian juga jiwaku...yang telah kau hirup dalam setiap nafas membara.
Jalinan kasih tercipta karena memang nyata adanya...percayalah sayang...takkan lekang sayangku untukmu...
Belahan Jiwa,
-Hening-
MW, Sabtu, 9 Agustus 2003, 19.18
Saat kutuliskan surat ini, daundaun dihalaman mulai berguguran, pertanda apakah? Sebentar lagi rasanya hujan pun akan turun, apakah yang sedang kau lakukan diluar sana? Adakah aku dalam benakmu yang berkutat dengan berbagai pola pikiran baru?
Cinta...tubuhku kembali bergetar mengingat kebersamaan kita, aku haus akan hadirmu...dapatkan kita kembali bersama secepat guntur bergemuruh setelah kilat menyapa bumi? Bagaikan tanah terbelah dan kering kerontang kehausan akan hujan, demikian juga jiwaku...yang telah kau hirup dalam setiap nafas membara.
Jalinan kasih tercipta karena memang nyata adanya...percayalah sayang...takkan lekang sayangku untukmu...
Belahan Jiwa,
-Hening-
MW, Sabtu, 9 Agustus 2003, 19.18
Tuesday, July 01, 2003
Orang bilang mata adalah jendela jiwa,
Dan kutemukan itu…
Di kedalaman matamu…
Ku temukan jiwaku
Orang bilang tersenyumlah
Kutemukan juga itu…
Dalam senyumanmu…
Ku temukan ragaku
Kalau aku bilang…
Ketika jiwa dan ragaku bersatu
Hanya dengan menemukan dirimu,
Maka, aku telah hidup…
Terimakasih…
Karena telah membuatku hidup…
MW, 1 Juli, 2003, 14:03 – In UR eyes -
Dan kutemukan itu…
Di kedalaman matamu…
Ku temukan jiwaku
Orang bilang tersenyumlah
Kutemukan juga itu…
Dalam senyumanmu…
Ku temukan ragaku
Kalau aku bilang…
Ketika jiwa dan ragaku bersatu
Hanya dengan menemukan dirimu,
Maka, aku telah hidup…
Terimakasih…
Karena telah membuatku hidup…
MW, 1 Juli, 2003, 14:03 – In UR eyes -
Sayang…
Tidak ada kata romantis, hadiah atau lagu yang dapat mewakili perasaan yang kurasakan terhadapmu saat ini.
Aku hanya seorang anak manusia yang terlahir tidak sempurna.
Yang tidak sanggup bersanding bersama bayanganmu sekalipun.
Tapi aku punya hati,
Aku punya keinginan,
Dan aku juga punya harapan,
Kejujuran serta kesetiaan
Yang dapat kupersembahkan dan kupertaruhkan dihadapanmu…
Sampai tiba waktunya dunia ini tidak menginginkanku demikian juga dirimu…
Maka aku akan pergi, menghilang dan tak terjamah…
Sayang selamanya…
Demikianlah…
Aku hanya ingin kau tau…
MW, 1 Juli, 2003, 13:46 – In heaven-
Tidak ada kata romantis, hadiah atau lagu yang dapat mewakili perasaan yang kurasakan terhadapmu saat ini.
Aku hanya seorang anak manusia yang terlahir tidak sempurna.
Yang tidak sanggup bersanding bersama bayanganmu sekalipun.
Tapi aku punya hati,
Aku punya keinginan,
Dan aku juga punya harapan,
Kejujuran serta kesetiaan
Yang dapat kupersembahkan dan kupertaruhkan dihadapanmu…
Sampai tiba waktunya dunia ini tidak menginginkanku demikian juga dirimu…
Maka aku akan pergi, menghilang dan tak terjamah…
Sayang selamanya…
Demikianlah…
Aku hanya ingin kau tau…
MW, 1 Juli, 2003, 13:46 – In heaven-
Ketika diri melebur dalam hangatnya mentari,
Ingin rasanya meraih dirimu bersamaku…
Bersatu dalam batas cakrawala,
Bagaikan gelombang pasang bersatu dibawah kaki langit
Betapa indah rasanya…
Dapat bersatu denganmu
Hanya dirimu yang sanggup melengkapi…
Rasa ini!!
Yang semakin lama semakin berkembang dalam diriku
Bahkan tidak ada yang sanggup menandingi
Rasamu dalam diriku…
Tak juga burung surga yang ada di muka bumi ini…
Bergeraklah terus…
Sampai aku tak mampu lagi merasa…
Karena kita adalah satu…
Melebur bagaikan mentari di batas kaki langit…
Bagaikan cakrawala menelan mentari di sore hari…
MW, 1 July, 2003 ; 13:33
-sambil denger lagu-
Ingin rasanya meraih dirimu bersamaku…
Bersatu dalam batas cakrawala,
Bagaikan gelombang pasang bersatu dibawah kaki langit
Betapa indah rasanya…
Dapat bersatu denganmu
Hanya dirimu yang sanggup melengkapi…
Rasa ini!!
Yang semakin lama semakin berkembang dalam diriku
Bahkan tidak ada yang sanggup menandingi
Rasamu dalam diriku…
Tak juga burung surga yang ada di muka bumi ini…
Bergeraklah terus…
Sampai aku tak mampu lagi merasa…
Karena kita adalah satu…
Melebur bagaikan mentari di batas kaki langit…
Bagaikan cakrawala menelan mentari di sore hari…
MW, 1 July, 2003 ; 13:33
-sambil denger lagu-
Thursday, June 26, 2003
ketika mata tertutup
bukan gelap yang terlihat
namun, warna warni cerah
bagaikan pelangi yang berpendar
apakah aku melihat dirimu?
Begitu indah dan menakjubkan
Ingin rasanya merasakan sentuhan
Atau menyentuh...
Keinginan yang menggelora pun membuncah
Disekelilingku...
Perasaan apakah ini?
Dapatkah engkau merasakannya?
Ketika aku tak sanggup lagi bertahan
Maka...
Kubukalah mataku...
Namun ku sesali kini...
Karna sekarang gelap gulita...
26 Juni 2003, 21: 17
bukan gelap yang terlihat
namun, warna warni cerah
bagaikan pelangi yang berpendar
apakah aku melihat dirimu?
Begitu indah dan menakjubkan
Ingin rasanya merasakan sentuhan
Atau menyentuh...
Keinginan yang menggelora pun membuncah
Disekelilingku...
Perasaan apakah ini?
Dapatkah engkau merasakannya?
Ketika aku tak sanggup lagi bertahan
Maka...
Kubukalah mataku...
Namun ku sesali kini...
Karna sekarang gelap gulita...
26 Juni 2003, 21: 17
= MENCINTAIMU =
semilir angin berhembus...
bagaikan nafasmu ditelingaku
dan berbisik enggan...
mencintaimu...
entah kapan aku mendengarnya
namun ku tau kau merasakan
dan merindukanku
bagai pungguk merindukan bulan...
bulan yang mengintip di gelap malampun
tersenyum mendengarmu..
angin kembali membawa...
bisikanmu...
26 Juni 2003, 21:12
bagaikan nafasmu ditelingaku
dan berbisik enggan...
mencintaimu...
entah kapan aku mendengarnya
namun ku tau kau merasakan
dan merindukanku
bagai pungguk merindukan bulan...
bulan yang mengintip di gelap malampun
tersenyum mendengarmu..
angin kembali membawa...
bisikanmu...
26 Juni 2003, 21:12
Sunday, June 15, 2003
Darah bergolak setelah mengetahui...
Sayang mu masih untuknya...
Dirimu masih hidup untuknya...
Walaupun dia bukan untukmu lagi...
Aku berdoa agar dia pun bahagia
Walau aku tak mengenalnya...
Aku masih berharap...
Engkau dapat menghadapi
Kenyataan ini...
Jika jiwamu terbang bersamanya...
Sisakanlah ragamu untukku...
Jika kau bagaikan binatang yang terluka...
Biarkan aku merawat lukamu...
Walau cakar mu akan memberiku luka batin
dan taringmu mengoyak dagingku...
Aku relakan...
Asal kau dapat sembuh kembali...
Dari luka hati...
Namun, ketika kau sembuh dan aku tercampak...
Aku sudah mengetahuinya...
Jika diriku akan terhapus dalam ingatan.
===========
Buat kmu yg masih sayang adhe, semoga dia bahagia bersama suaminya...baru tau ternyata kesedihan kmu dalem yah? Knapa gak cerita?
Sayang mu masih untuknya...
Dirimu masih hidup untuknya...
Walaupun dia bukan untukmu lagi...
Aku berdoa agar dia pun bahagia
Walau aku tak mengenalnya...
Aku masih berharap...
Engkau dapat menghadapi
Kenyataan ini...
Jika jiwamu terbang bersamanya...
Sisakanlah ragamu untukku...
Jika kau bagaikan binatang yang terluka...
Biarkan aku merawat lukamu...
Walau cakar mu akan memberiku luka batin
dan taringmu mengoyak dagingku...
Aku relakan...
Asal kau dapat sembuh kembali...
Dari luka hati...
Namun, ketika kau sembuh dan aku tercampak...
Aku sudah mengetahuinya...
Jika diriku akan terhapus dalam ingatan.
===========
Buat kmu yg masih sayang adhe, semoga dia bahagia bersama suaminya...baru tau ternyata kesedihan kmu dalem yah? Knapa gak cerita?
Monday, June 02, 2003
= DIMANAKAH KAMU? =
seandainya bisa mengetahui
dimana keberadaanmu saat ini
apa yang sedang kau lakukan
diduniamu...
aku akan senang sekali,
dunia yang sama...
tempat kita bersama
sudah menjadi sesuatu yang asing..
karna kau jarang berkunjung...
dimanakah kau?
apakah engkau benar2 pergi...
sedih...
perih...
berusaha untuk tidak berpikir
dan membiarkan mu sendiri...
tapi aku tetap inginkan dirimu...
*ayang...kamu kenapa?? :-s
dimana keberadaanmu saat ini
apa yang sedang kau lakukan
diduniamu...
aku akan senang sekali,
dunia yang sama...
tempat kita bersama
sudah menjadi sesuatu yang asing..
karna kau jarang berkunjung...
dimanakah kau?
apakah engkau benar2 pergi...
sedih...
perih...
berusaha untuk tidak berpikir
dan membiarkan mu sendiri...
tapi aku tetap inginkan dirimu...
*ayang...kamu kenapa?? :-s
Friday, May 23, 2003
TENTANG SENYUM
Senyum yg menerangi hati...
sehingga membuat bintang tersenyum...
harapan tercipta dalam dunia penuh warna..
walau terdengar sumbang...
bagi ku...
suara mu adalah nyanyian surga...
yg menemani malam yg sunyi,
tapi hati ku tetap tersenyum,
karna ku tau kau setia menemani...
Berkelip di atas sana...
May 23, 2003
sehingga membuat bintang tersenyum...
harapan tercipta dalam dunia penuh warna..
walau terdengar sumbang...
bagi ku...
suara mu adalah nyanyian surga...
yg menemani malam yg sunyi,
tapi hati ku tetap tersenyum,
karna ku tau kau setia menemani...
Berkelip di atas sana...
May 23, 2003
Subscribe to:
Posts (Atom)
MY FUTURE
It's all because of the past, we are where we are, right now. Yet, I am just thrilled to have your back, and face the future ...
-
Savoring you.. ...to the nothingness [MW - somewhere in the blog]