Ku bersenandung riang,
diantara jalinan irama aksara,
tersenyum melihatmu datang,
akankah tetap senantiasa ada?
sapaanmu adalah hariku,
kembalilah selalu...
...menyapaku...
:)
[MW, 29 April 2009, 10:45 -spontan-]
Wednesday, April 29, 2009
Monday, March 16, 2009
Tuesday, January 27, 2009
JANGAN
Hai, kamu yang sedang gundah,
jangan bersembunyi dalam awan kelabu,
karena aku tak mampu melihatmu...
Hai, kamu yang sedang muram,
jangan bersembunyi dalam rintik hujan,
aku tak mampu meraihmu...
Kemarilah, hampiri hangat mentari pagi,
rasakan hangatnya menghidupkan seluruh hidupmu...
Jangan sedih,
jangan muram,
jangan gundah,
Karena semua akan berlalu seiring dengan senyum, terkembang...
[MW, 27 Januari 2008, 07:50]
jangan bersembunyi dalam awan kelabu,
karena aku tak mampu melihatmu...
Hai, kamu yang sedang muram,
jangan bersembunyi dalam rintik hujan,
aku tak mampu meraihmu...
Kemarilah, hampiri hangat mentari pagi,
rasakan hangatnya menghidupkan seluruh hidupmu...
Jangan sedih,
jangan muram,
jangan gundah,
Karena semua akan berlalu seiring dengan senyum, terkembang...
[MW, 27 Januari 2008, 07:50]
Wednesday, December 17, 2008
Dirimu
Mungkin kau tidak akan percaya,
bahwa khayalan telah menjadi nyata,
pada saat mimpi berubah wujud,
maka, tak perlu lagi bermimpi,
karena semua adalah dirimu...
[MW, 15 Desember 2008]
bahwa khayalan telah menjadi nyata,
pada saat mimpi berubah wujud,
maka, tak perlu lagi bermimpi,
karena semua adalah dirimu...
[MW, 15 Desember 2008]
Tuesday, December 02, 2008
Friday, November 28, 2008
SOSOKMU
Aku merasakan hangatnya matamu pada genggaman pertama,
Aku memuji ketulusan senyummu hari itu,
Sepertinya, sosok dirimu telah membuat aliran darahku berdesir lebih kencang,
Aku berharap kau mengerti arti senyumku,
Aku berharap kau mengerti arti genggamanku,
Aku berharap kau mengerti arti candaku,
Semua hanya untukmu semata...
Wahai bidadari, tahukah kau?
Dirimu sudah membuat hatiku bergejolak tidak menentu,
setiap sosokmu terlihat...
...Dimanapun
[MW, 28 November 2008, 09:38 - A Request -]
Aku memuji ketulusan senyummu hari itu,
Sepertinya, sosok dirimu telah membuat aliran darahku berdesir lebih kencang,
Aku berharap kau mengerti arti senyumku,
Aku berharap kau mengerti arti genggamanku,
Aku berharap kau mengerti arti candaku,
Semua hanya untukmu semata...
Wahai bidadari, tahukah kau?
Dirimu sudah membuat hatiku bergejolak tidak menentu,
setiap sosokmu terlihat...
...Dimanapun
[MW, 28 November 2008, 09:38 - A Request -]
Wednesday, November 26, 2008
APA?
Apa yang kau rindukan dari tatapan matanya?
Apa yang kau harapkan dari mulut manisnya?
Apa yang kau inginkan dari genggaman tangannya?
Jika hanya kepalsuan yang terbagi...
Apa yang kau inginkan dari cinta?
Apa yang kau inginkan dari kasih?
Apa yang kau inginkan dari hati?
Jika bagimu semua tak berarti...
Hanya gemuruh langit yang mengerti, artimu
Hanya desir dedaunan yang memahami, hatimu
Dan hanya degup cinta yang senantiasa hidup bagimu,
Setia menanti hingga saatnya kau mengerti...
[MW, 26 November 2008, 09:47]
Apa yang kau harapkan dari mulut manisnya?
Apa yang kau inginkan dari genggaman tangannya?
Jika hanya kepalsuan yang terbagi...
Apa yang kau inginkan dari cinta?
Apa yang kau inginkan dari kasih?
Apa yang kau inginkan dari hati?
Jika bagimu semua tak berarti...
Hanya gemuruh langit yang mengerti, artimu
Hanya desir dedaunan yang memahami, hatimu
Dan hanya degup cinta yang senantiasa hidup bagimu,
Setia menanti hingga saatnya kau mengerti...
[MW, 26 November 2008, 09:47]
Thursday, October 09, 2008
MESRA
Aku terhanyut dalam dekapan cinta,
Dan dalam kehangatan pelukan hati, cinta pun berdenyut,
....Mesra
Kemesraan pun terangkum dalam genggaman hangat,
Takkan bosan aku menatap kedalaman matamu,
Menggambarkan selaksa api cintaku...
....Menyayangimu, selalu
[MW, 8 Oktober 2008, 19:15]
Dan dalam kehangatan pelukan hati, cinta pun berdenyut,
....Mesra
Kemesraan pun terangkum dalam genggaman hangat,
Takkan bosan aku menatap kedalaman matamu,
Menggambarkan selaksa api cintaku...
....Menyayangimu, selalu

[MW, 8 Oktober 2008, 19:15]
Friday, June 20, 2008
MENANTIMU
Aku terhenyak dalam kesunyian malam syahdu,
Mendengarkan suara alam berlagu,
Udara tanpa angin menyesakkan kalbu,
Akankah hati meragu?
Aku termangu dalam kelamnya malam,
Lidah api berdansa bersama lilin dalam temaram,
Selimut gelisahkan diri dalam gerah mengeram,
Hanya kau yang mampu tebarkan harum malam...
Dan pada setiap malam syahdu yang mampu tebarkan harum malam,
...Aku menantikanmu, selalu
[MW, 20 Juni 2008, 09:14]
Mendengarkan suara alam berlagu,
Udara tanpa angin menyesakkan kalbu,
Akankah hati meragu?
Aku termangu dalam kelamnya malam,
Lidah api berdansa bersama lilin dalam temaram,
Selimut gelisahkan diri dalam gerah mengeram,
Hanya kau yang mampu tebarkan harum malam...
Dan pada setiap malam syahdu yang mampu tebarkan harum malam,
...Aku menantikanmu, selalu
[MW, 20 Juni 2008, 09:14]
Wednesday, June 18, 2008
Sepercik Rasa
Rasa bahagia yang mengapung,
dapat membelah samudra hingga ke ujung garis langit,
tetaplah berpegang pada rasa bahagia...
karena sepercik rasa dapat membawa harapan seribu tahun...
[MW, 18 Juni 2008, 08.14]
dapat membelah samudra hingga ke ujung garis langit,
tetaplah berpegang pada rasa bahagia...
karena sepercik rasa dapat membawa harapan seribu tahun...
[MW, 18 Juni 2008, 08.14]
Friday, June 13, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)
MY FUTURE
It's all because of the past, we are where we are, right now. Yet, I am just thrilled to have your back, and face the future ...
-
Savoring you.. ...to the nothingness [MW - somewhere in the blog]

