Apa yang kau rindukan dari tatapan matanya?
Apa yang kau harapkan dari mulut manisnya?
Apa yang kau inginkan dari genggaman tangannya?
Jika hanya kepalsuan yang terbagi...
Apa yang kau inginkan dari cinta?
Apa yang kau inginkan dari kasih?
Apa yang kau inginkan dari hati?
Jika bagimu semua tak berarti...
Hanya gemuruh langit yang mengerti, artimu
Hanya desir dedaunan yang memahami, hatimu
Dan hanya degup cinta yang senantiasa hidup bagimu,
Setia menanti hingga saatnya kau mengerti...
[MW, 26 November 2008, 09:47]
Wednesday, November 26, 2008
Thursday, October 09, 2008
MESRA
Aku terhanyut dalam dekapan cinta,
Dan dalam kehangatan pelukan hati, cinta pun berdenyut,
....Mesra
Kemesraan pun terangkum dalam genggaman hangat,
Takkan bosan aku menatap kedalaman matamu,
Menggambarkan selaksa api cintaku...
....Menyayangimu, selalu
[MW, 8 Oktober 2008, 19:15]
Dan dalam kehangatan pelukan hati, cinta pun berdenyut,
....Mesra
Kemesraan pun terangkum dalam genggaman hangat,
Takkan bosan aku menatap kedalaman matamu,
Menggambarkan selaksa api cintaku...
....Menyayangimu, selalu

[MW, 8 Oktober 2008, 19:15]
Friday, June 20, 2008
MENANTIMU
Aku terhenyak dalam kesunyian malam syahdu,
Mendengarkan suara alam berlagu,
Udara tanpa angin menyesakkan kalbu,
Akankah hati meragu?
Aku termangu dalam kelamnya malam,
Lidah api berdansa bersama lilin dalam temaram,
Selimut gelisahkan diri dalam gerah mengeram,
Hanya kau yang mampu tebarkan harum malam...
Dan pada setiap malam syahdu yang mampu tebarkan harum malam,
...Aku menantikanmu, selalu
[MW, 20 Juni 2008, 09:14]
Mendengarkan suara alam berlagu,
Udara tanpa angin menyesakkan kalbu,
Akankah hati meragu?
Aku termangu dalam kelamnya malam,
Lidah api berdansa bersama lilin dalam temaram,
Selimut gelisahkan diri dalam gerah mengeram,
Hanya kau yang mampu tebarkan harum malam...
Dan pada setiap malam syahdu yang mampu tebarkan harum malam,
...Aku menantikanmu, selalu
[MW, 20 Juni 2008, 09:14]
Wednesday, June 18, 2008
Sepercik Rasa
Rasa bahagia yang mengapung,
dapat membelah samudra hingga ke ujung garis langit,
tetaplah berpegang pada rasa bahagia...
karena sepercik rasa dapat membawa harapan seribu tahun...
[MW, 18 Juni 2008, 08.14]
dapat membelah samudra hingga ke ujung garis langit,
tetaplah berpegang pada rasa bahagia...
karena sepercik rasa dapat membawa harapan seribu tahun...
[MW, 18 Juni 2008, 08.14]
Friday, June 13, 2008
Tuesday, June 10, 2008
Thursday, June 05, 2008
Wednesday, June 04, 2008
Hatiku meranggas selayaknya daun berguguran,
Jiwaku rapuh bagaikan tulang keropos...
Kenyataan yang tak dapat diterima akal sehat, sekalipun.
Ikatan diantara kita terurai...
Bagaikan debudebu beterbangan tertiup angin dan takkan kembali.
Aku meretas. Kembali dalam keheningan jiwa yang rapuh...
Pria kau adalah air dalam dahagaku,
Dian dalam malam dinginku.
Haruskah aku kembali haus dan membeku tanpamu?
[MW, 4 Juni 2008, 22:30 -mencintaimu-]
Jiwaku rapuh bagaikan tulang keropos...
Kenyataan yang tak dapat diterima akal sehat, sekalipun.
Ikatan diantara kita terurai...
Bagaikan debudebu beterbangan tertiup angin dan takkan kembali.
Aku meretas. Kembali dalam keheningan jiwa yang rapuh...
Pria kau adalah air dalam dahagaku,
Dian dalam malam dinginku.
Haruskah aku kembali haus dan membeku tanpamu?
[MW, 4 Juni 2008, 22:30 -mencintaimu-]
Wednesday, May 28, 2008
Thursday, May 15, 2008
RINDU
Tak ada kata yang mampu lukiskan RINDU,
Yang menggantung pada awangawang langit.
Tak tergapai dan tak teraih hati yang nelangsa.
Dapatkah RINDU tersampaikan, jika tak teraih hati?
Yang menggantung pada awangawang langit.
Tak tergapai dan tak teraih hati yang nelangsa.
Dapatkah RINDU tersampaikan, jika tak teraih hati?
Subscribe to:
Posts (Atom)
MY FUTURE
It's all because of the past, we are where we are, right now. Yet, I am just thrilled to have your back, and face the future ...
-
Savoring you.. ...to the nothingness [MW - somewhere in the blog]

