Tuesday, June 10, 2008

Tak perlu alkohol untuk menemanimu mabuk kepayang,
hanya perlu cinta yang begitu dalam merasuk kalbu,
maka bukan hanya mabuk,
Tapi ke nirwana ke tujuh pun kau akan terbang...

[MW, 7 Juni 2008, 15:59]

Wednesday, June 04, 2008

Hatiku meranggas selayaknya daun berguguran,
Jiwaku rapuh bagaikan tulang keropos...
Kenyataan yang tak dapat diterima akal sehat, sekalipun.

Ikatan diantara kita terurai...
Bagaikan debudebu beterbangan tertiup angin dan takkan kembali.
Aku meretas. Kembali dalam keheningan jiwa yang rapuh...

Pria kau adalah air dalam dahagaku,
Dian dalam malam dinginku.

Haruskah aku kembali haus dan membeku tanpamu?

[MW, 4 Juni 2008, 22:30 -mencintaimu-]

Wednesday, May 28, 2008

Seharusnya senja tak perlu bertemu dengan malam,
Yang berubah menjadi surga...

...Pada saat rembulan menyentuh bumi

[MW, 28 Mei 2008, 03:35]

Thursday, May 15, 2008

RINDU

Tak ada kata yang mampu lukiskan RINDU,
Yang menggantung pada awangawang langit.
Tak tergapai dan tak teraih hati yang nelangsa.

Dapatkah RINDU tersampaikan, jika tak teraih hati?
Senja yang muram hanya akan datang sementara, mengikuti angin
Pejamkanlah matamu sesaat, maka senja akan kembali...

...dengan semburat indahnya..

[MW, 15 Mei 2008, 22:30]

Monday, May 12, 2008

Jika aku adalah pembawa resah dan gelisahmu,
MAKILAH AKU!
Biarlah kuterima segala resah & gelisahmu...
Agar kau tak perlu lagi khawatir dengan segala hal yang terjadi,

Aku hanya ingin melihatmu,

...tersenyum bahagia...

[MW, 12 Mei 2008, 00:10 -ease-]

Sunday, May 11, 2008

Deru mesin membawa lamunanmu jauh, entah kemana.
Keresahan tergambar dimatamu. Lelah sekali.
Tapi aku tak mampu mengganggu lamunanmu itu,
hanya mampu pandangi kekosongan yang tercipta disana.

Jangan resah, sayang,
jangan risau, cintaku,

Ceritakanlah pada dunia segala resah & gelisahmu,
lalu LEPASKANLAH semuanya...
Agar binar keceriaan kembali kulihat,
Di kedalaman matamu...

[MW, 11 Mei 2008, 23:16 -ease-]

Sunday, April 27, 2008

Sayang,
Sepertinya sudah lama sekali tak kutorehkan tinta biru pada lembar putih nan harum yang selalu menjadi perantara hati kita bicara. Kali ini kubuka kembali lembaran itu dan kupertaruhkan hatiku didalamnya.

Tahukah kau? Hujan datang kali ini membasahi kampung tak bertuan, aku selalu merindukan datangnya hujan...Lirih suara deraiannya selalu bisa membuatku terbuai dalam awangawang.
Apa yang sedang kau lakukan saat ini? Apakah kau merinduku?

Tidak ada lagi yang dapat mengungkapkan segala rasa tercipta, saat hujan datang...Aku pernah mengatakannya padamu, hujan dapat menggantikan hati yang gundah, seperti derainya membasuh bumi yang kering.

Senja masih tetap akan hadir walau terbasuh badai dari langit, jangan kau benci hujan hanya karena tidak dapat bertemu senja hari ini, karena kau sendiri pernah mengatakan jika senja selalu dapat kau nikmati, kapan pun.

...Dan terpesona karenanya...

Penuh rasa tak terkatakan,
=Hening=


[MW, 26 April 2008, 19:42]

MY FUTURE

It's all because of the past,  we are where we are, right now.  Yet, I am just thrilled to have your back,  and face the future ...