Tuesday, November 28, 2006

Kaca jendela kamar seakan meleleh ikuti alur air yang mengalir jatuh. Padahal bukan kaca jendela yang terjatuh, melainkan bulir air hujan yang mampir membahasi kaca jendela.

Kembali termenung memandangi kaca jendela yang seakan meleleh. Kaki tertekuk untuk menopang dagu. Apakah yang akan datang setelah hujan reda?
Akankah pelangi bersinar? Atau hujan rintik-rintik akan menjadi badai? Dan aku akan hilang bersama air bah?

Mungkin akan lebih baik jika pada akhirnya aku menghilang seakan lenyap ditelan bumi. Mungkin orang-orang pun tidak akan pernah menyadarinya. Mungkin yang sadar hanya akan kehilangan sebentar, karena hidup ini berjalan terus.

Kembali lelehan air menyentuh kaca jendela, seakan berbisik melalui bunyi yang ditimbulkan. Bunyian alam yang terasa menemani sanubari yang sedang redup. Tidak ingin melakukan apapun, atau menghadapi apapun. Hanya berdiam diri, merenung dan tidur.

Mungkin jiwa ini sudah lelah,
Mungkin jiwa ini menangis,
Mungkin jiwa ini merindu,


Mungkin jiwa ini sebenarnya sudah MATI.

[MW, 28 Nopember 2006, 10:00 -G'bye Gran-]

Wednesday, October 11, 2006

erangan jiwa bergaung dalam sanubari,
selayaknya lolongan anjing di malam purnama,
saat ku tahu kau telah pergi...

[MW, 11 Oktober 2006, 10:19]

Tuesday, October 03, 2006

= BENARKAH? =

Kangen?!
Perasaan apakah itu?
Apa benar perasaan?
Lalu bagaimana?
KANGEN!!
Boleh ketemu?
Tidak boleh!?
Kenapa?
Hmm…
Hanya sepenggal rasa…
Asa…
Gamang…
Yang tersisa…
Seandainya…


-kangen-

Friday, September 29, 2006

Jika sudah tidak ada lagi langit dan hanya ada kegelapan
kita pasti tetap bisa bertemu karena hati yang bercahaya menuntun kita

[MW, 29 September 2006]

= ALAM =

Wewangian alam…
Harum tanah sehabis hujan…
Menggelitik hidung…
Harum rumput basah…
Sehabis hujan…
Menggoda kaki tanpa alas…
Segar…
Tentram…
Damai rasanya…
Tanah yang basah…
Butiran-butiran air didaun tertinggal…
Bagian dari alamkah aku?!
Lalu…kamu bagaimana?


-habis hujan-

Tuesday, September 26, 2006

Jika aku melihat airmata mengalir,
aku tau kalau hidup memang penuh cobaan,
biarkanlah airmatamu mengalir saat ini,
karena aku ada untuk mengeringkannya


[Goong]

Monday, September 11, 2006

Berdasarkan dasar yang paling mendasar,
kucoba ungkapkan kasih,

Berawal dari permulaan yang paling awal,
kucoba lewatkan asa,

Terakhir,
Yang tersisa...


...............hanya

CINTA.....

..............KASIH

dan SAYANG......


[Lalu bagaimana caranya bebas dari belenggu?]


[MW, 11 September 2006, = Inget WTC, Puisi dadakan=]

Friday, September 08, 2006

Kau menawanku hingga saat ini,
bahkan kau penjarakan hatiku...

...namun aku

tidak akan pernah mau dibebaskan...

[MW, 8 September 2006, 14:03]

= PENJARA HATI =

Kau menawanku hingga saat ini,
bahkan kau penjarakan hatiku...

...namun aku

tidak akan pernah mau dibebaskan...

Tuesday, September 05, 2006

biarlah kubawakan semi yang kau nantikan,
dalam wadah air berwarna biru...
agar dapat tawarkan dahagamu yang tak terperi

Friday, September 01, 2006

Senyum yg menerangi hati...
sehingga membuat bintang berkelip mesra...
harapan tercipta dalam dunia penuh warna..
walau terdengar sumbang...
bagi ku...
suara mu adalah nyanyian surga...
yg menemani malam yg sunyi,
tapi hati ku tetap tersenyum,
karna ku tau kau setia menemani...
Berkelip di atas sana...


[MW, May 23, 2003 = Edited version 010906 =]

MY FUTURE

It's all because of the past,  we are where we are, right now.  Yet, I am just thrilled to have your back,  and face the future ...